Garis Advance/Decline (A/D) adalah indikator teknis yang menunjukkan perubahan harian antara jumlah masalah yang naik dan turun (misalnya, saham). Instrumen ini membantu trader memahami situasi pasar secara keseluruhan, mengidentifikasi tren saat ini, dan memprediksi kemungkinan pembalikan yang sedang berlangsung.
Poin penting:
- Apa itu Indikator Garis A/D?
- Apa Rumus untuk Garis Advance/Decline (A/D)?
- Apa Manfaat dan Keterbatasan dari Garis A/D?
- Bagaimana Cara Menggunakan Indikator dalam Praktek?
- Bagaimana Cara Menambahkan Garis Advance/Decline (A/D) ke Metatrader?
- Indikator apa yang harus digabungkan dengan Garis A/D?
Apa Arti Garis Advance/Decline (A/D)?
Garis A/D adalah indikator yang menunjukkan kepada trader luasnya pasar keuangan. Instrumen semacam ini merepresentasikan perbedaan antara jumlah aset yang meningkat dan menurun.
Indikator Advance/Decline (Garis) berasal dari tahun 1930-an ketika instrumen ini terutama digunakan untuk memprediksi aktivitas pasar di Bursa Efek New York. Garis A/D dipopulerkan oleh Richard Russel pada tahun 1960-an melalui “Surat Teori Dow”-nya. Russel menekankan betapa efektifnya instrumen ini untuk memahami kesehatan pasar dan mengkonfirmasi kekuatan tren.
Sejak itu, A/D Line dipahami sebagai instrumen yang penting dan efektif yang dikombinasikan dengan indikator teknis lainnya untuk mendapatkan sinyal yang akurat.

Bagaimana Cara Menghitung Rumus Garis Advance/Decline (A/D)?
Untuk menghitung indikator Garis A/D, Anda perlu mengikuti beberapa langkah sederhana:
- Identifikasi jumlah masalah yang meningkat dan menurun dalam satu hari perdagangan.
- Hitung kemajuan bersih. Gunakan rumus berikut:
NA = NA – ND
- NA – Net Advances;
- NA – jumlah isu yang meningkat dalam satu hari perdagangan;
- ND – jumlah masalah yang menurun dalam satu hari perdagangan.
- Temukan nilai indikator Advance/Decline Line dari hari perdagangan sebelumnya.
- Hitung indikator A/D Line sesuai dengan rumus berikut:
A/DC = A/DP + NA
- A/DC – Arus A/D;
- A/DP – A/D sebelumnya;
- NA – Kemajuan Bersih.
Contoh Cara Menghitung Indikator Garis A/D
Dengan rumus yang disebutkan di atas, kita dapat menghitung garis A/D dalam praktik. Misalnya, kita perlu menghitung indikator untuk S&P 500. Apa yang perlu kita lakukan terlebih dahulu?
- Mari kita identifikasi jumlah saham yang naik dan turun dalam satu hari perdagangan. Kita memiliki 315 saham yang naik harganya dan 185 saham yang turun.
- Langkah selanjutnya adalah menghitung Net Advances (315 – 185). Nilai NA adalah 130.
- Kemudian kita perlu menemukan ADL untuk hari sebelumnya (A/DP). Grafik menunjukkan bahwa nilai indikator ADL untuk hari perdagangan sebelumnya adalah 100.
- Dengan demikian, untuk menghitung nilai A/D Line saat ini, kita perlu menjumlahkan Net Advances dan ADL sebelumnya (130 + 100 = 230). Indikator Advance/Decline Line adalah 230.
Untuk menghitung semua nilai ADL berikutnya, kita hanya perlu jumlah saham yang naik dan turun. Berikut adalah hasilnya yang diilustrasikan oleh tabel:

Bagaimana Cara Menggunakan Indikator Garis A/D dalam Praktik?
Rumus sederhana membantu kita untuk menghitung nilai Garis Maju/Mundur. Apa yang harus dilakukan seorang trader dengan informasi yang diterima?
Indikator Garis A/D membantu seorang trader untuk mengidentifikasi tren saat ini dan memahami seberapa kuat tren tersebut.
Mari kita lihat beberapa skenario yang mungkin terjadi saat menggunakan instrumen Garis Kemajuan/Kemunduran:
- Seperangkat indikator lain menunjukkan bahwa tren naik mendominasi pasar. Menurut Garis A/D, sebagian besar masalah sedang meningkat. Dalam situasi seperti itu, indikator mengonfirmasi instrumen lainnya, dan seorang trader harus membuka posisi buy.
- Indikator memberi tahu trader bahwa tren naik mendominasi pasar; sementara itu, Garis Maju/Decline menunjukkan bahwa jumlah isu yang naik dan turun hampir sama atau bahkan isu yang turun adalah yang utama. Situasi seperti ini disebut divergensi bearish. Tren naik di pasar tidak cukup kuat. Ada kemungkinan tinggi bahwa tren yang sedang berlangsung akan berbalik. Trader harus membuka posisi short.
- Berdasarkan jumlah indikator, trader memahami bahwa tren turun sedang terjadi di pasar sementara Garis A/D memberi tahu trader bahwa sebagian besar isu sedang mengalami peningkatan. Berikut adalah alasan mengapa seseorang dapat memprediksi pembalikan tren dari turun menjadi naik.
Ketika menggunakan indikator Garis Maju/Mundur, seorang trader menerima informasi yang sangat penting:
- Indikator tersebut baik mengonfirmasi tren saat ini atau menunjukkan bahwa kekuatannya semakin menurun mendekati pembalikan.
- Dalam kasus perbedaan, pembalikan tren yang sedang berlangsung hanyalah masalah waktu dalam sebagian besar kasus.
Manfaat dan Keterbatasan Garis A/D
Apa saja keuntungan dan batasan utama dari indikator tersebut? Di antara manfaat utama, seseorang dapat menunjukkan keuntungan berikut:
- Indikator ini membuka perspektif pasar yang lebih luas. Melalui indikator Garis A/D, seorang trader dapat memahami apa yang terjadi di seluruh sektor, bukan hanya pada aset tertentu.
- Instrumen ini membantu trader memprediksi pergeseran tren di masa depan. Garis Advance/Decline adalah indikator yang cukup akurat yang memungkinkan untuk memprediksi apakah suatu tren terus berlanjut atau semakin mendekati titik pembalikan.
- Garis A/D adalah alat yang efektif untuk konfirmasi tren. Trader profesional sering menggunakan indikator ini sebagai alat tambahan untuk mengonfirmasi tren pasar yang sebelumnya diidentifikasi dengan instrumen teknis lainnya.
Adapun keterbatasan, kekurangan berikut harus diperhatikan:
- Stok yang dihapus dari daftar mempengaruhi perhitungan A/D Line. Ketika suatu aset tertentu dihapus dari sektor, hal itu terus mempengaruhi instrumen karena telah diperhitungkan dalam perhitungan sebelumnya.
- Indikator memberikan bobot yang sama untuk semua isu. Banyak indeks memberikan isu dengan bobot yang berbeda berdasarkan kapitalisasi pasar mereka. Adapun Garis A/D, ini memberikan bobot yang sama untuk setiap aset.
- Ada kemungkinan sinyal palsu. Dalam momen volatilitas pasar, indikator dapat memberikan sinyal palsu kepada trader. Selain itu, Garis A/D didasarkan pada perbedaan antara aset yang naik dan turun saja.
Bagaimana Cara Menambahkan Indikator ke Metatrader?
Garis Advance/Decline tidak termasuk dalam indikator yang terdapat dalam daftar instrumen Metatrader secara default. Untuk menambahkan instrumen tersebut, seorang trader harus mengikuti beberapa langkah sederhana:
- Unduh file dari sumber yang terpercaya. Perhatikan versi platform trading Anda. Ketika membicarakan Metatrader 5, unduh file yang kompatibel dengan versi ke-5. Anda harus mendapatkan file ex4 atau mql.
- Buka terminal Metatrader Anda.
- Klik tombol “File” dan kemudian pilih “Buka Folder Data.”

- Di jendela baru, Anda akan menemukan daftar folder. Buka folder “MQL5” (MQL4). Kemudian pergi ke folder “Indicators”.
- Pindahkan file yang telah Anda unduh sebelumnya ke folder.
- Muati ulang Metatrader untuk menemukan Garis A/D di antara instrumen yang tersedia.
Indikator Apa yang Harus Digabungkan dengan Garis Kemajuan/Decline?
Garis A/D biasanya digunakan sebagai konfirmasi tren, bersama dengan serangkaian indikator analisis teknis lainnya. Apa saja instrumen tersebut?
- Rata-rata Bergerak. Instrumen MA adalah salah satu indikator yang paling banyak digunakan yang memberi tahu trader tentang harga rata-rata suatu aset – garis ini diperbarui secara terus-menerus.
- MACD. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) didasarkan pada Moving Averages dan menunjukkan arah serta kekuatan tren pasar.
- RSI. Indeks Kekuatan Relatif adalah osilator yang menunjukkan area jenuh beli dan jenuh jual antara 0 dan 100. Aset dianggap jenuh beli ketika indikator melewati garis 70 dan dianggap jenuh jual ketika RSI berada di bawah garis 30.
Mari kita terapkan indikator yang disebutkan di atas ke grafik untuk memahami bagaimana menggabungkannya dengan Garis A/D.
Cara Membaca Grafik: Contoh Strategi Perdagangan Berdasarkan Garis Kemajuan/Kemunduran
Menurut strategi perdagangan, kita perlu menerapkan MA 10, MA 5, RSI, dan Garis A/D pada grafik. Kami mendapatkan situasi berikut:

Apa yang harus kita lakukan untuk membuka posisi panjang/pendek?
Buka posisi pendek ketika:
- Garis MA 5 melintasi garis MA 10 dari atas ke bawah.
- Indeks RSI menunjukkan bahwa aset berada di area jenuh beli.
- Garis A/D bergerak ke bawah.

Persilangan MA dan RSI memprediksi pembalikan tren yang sedang berlangsung dari naik ke turun; sementara itu, seorang trader membutuhkan Garis Kemajuan/Kemunduran untuk mendapatkan konfirmasi tentang apa yang terjadi dalam arti yang lebih luas. Ketika Garis A/D bergerak ke bawah, jumlah isu yang menurun jauh lebih tinggi; itulah sebabnya pasar siap untuk pembalikan tren.
Buka posisi panjang ketika:
- Garis MA 5 melewati garis MA 10 dari bawah ke atas.
- Indeks RSI menunjukkan bahwa aset berada di area jenuh jual.
- Garis A/D bergerak ke atas.

Persilangan MA dan RSI memprediksi pembalikan tren yang sedang berlangsung dari datar ke atas, dan Garis A/D mengonfirmasi situasi pasar tersebut, karena indikator menunjukkan dominasi isu yang naik.
Kesimpulan: Haruskah Seorang Trader Menggunakan Garis A/D dalam Analisis Teknik?
Garis Advance/Decline adalah instrumen yang efektif yang secara teori dapat digunakan secara mandiri; sementara itu, trader profesional lebih suka menggunakan Garis A/D sebagai instrumen konfirmasi. Mereka mengaktifkan serangkaian indikator teknis (misalnya MA 5 + MA 10 + RSI) yang membantu mereka memprediksi pembalikan tren lebih lanjut, dan Garis A/D digunakan untuk mengkonfirmasi sinyal.
